Senin, 22 Februari 2010 | 12:21 WIB

Yogyakarta, Kompas – Tempat Pembuangan Akhir Piyungan, yang menjadi andalan utama pembuangan sampah warga Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul, hanya sanggup menampung sampah hingga 2012. Masyarakat harus mulai mengubah perilaku terkait sampah jika tak ingin bencana lingkungan hidup terjadi kelak.

Hal itu terangkum dalam aksi damai dan deklarasi 15 elemen masyarakat peduli sampah Yogyakarta di depan Gedung Agung Yogyakarta, Minggu (21/2). Aksi ini dilakukan dalam mendukung penetapan tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah.

Koordinator aksi, Agus Hartono, dari Lembaga Studi dan Tata Mandiri (Lestari) mengatakan, para penghasil sampah, yakni seluruh masyarakat, harus bertanggung jawab untuk menghindari bencana sampah. “Hal paling penting dilakukan adalah pengurangan sampah dari sumbernya, seperti rumah tangga, perkantoran, industri, pertokoan,” ujarnya.

Tiga prinsip utama yang dijadikan pegangan adalah reduce (mengurangi), reuse (pakai ulang) dan recycle (daur ulang) atau 3R. Masyarakat diharapkan bisa memilah-milah sampah di rumah dalam dua kategori, yakni sampah organik dan nonorganik (plastik, kertas, dan kaca/logam).

Agus juga meminta pemerintah mengambil langkah-langkah nyata untuk memerangi sampah, seperti penerapan pajak tinggi untuk produk- produk plastik dan melarang toko-toko memberikan tas kresek. “Sarana pendukung pengelolaan sampah juga harus diperbanyak,” ujarnya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Yogyakarta Suyana mengatakan, saat ini, Kota Yogyakarta menyumbang 300 ton sampah per hari yang masuk ke TPA Piyungan. “Jumlah itu telah menurun dari tahun 2006 lalu yang mencapai 350 ton per hari,” katanya.

Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik Kementerian Lingkungan Hidup Tri Bangun L Sony, yang menghadiri aksi, mengatakan, penanganan masalah sampah tidak bisa dilakukan hanya dengan satu metode. “Selain dengan TPA yang menggunakan sistem sanitary landfill, masyarakat harus diikutsertakan untuk mengolah sampah. Paling tidak, masyarakat harus menerapkan prinsip 3R untuk mengurangi produksi sampah,” paparnya. (ENG)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/22/12214477/kendalikan.sampah.dari.sumbernya