Peran Orangtua Mendidik Anak Pudar

Senin, 22 Februari 2010 | 16:05 WIB

SLEMAN, KOMPAS – Peran orangtua sebagai pendidik utama anak dinilai memudar. Mereka semakin bergantung pada lembaga pendidikan di luar keluarga seperti sekolah atau bimbingan belajar. Padahal, pendidikan dalam keluarga merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan anak.

“Saat ini orangtua terlalu mengandalkan sekolah. Kalau anak menemui kesulitan belajar di sekolah, mereka lalu memasukkan ke lembaga bimbingan belajar,” kata konsultan pendidikan Iyan Sofyan, salah satu pembicara Seminar Pendidikan “Lima Peran Strategis Orangtua agar Anak Siap Hadapi Ujian Nasional” yang diselenggarakan Edukasia Training Center di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (20/2).

Padahal, sekitar 60-70 persen waktu anak berada dalam interaksi dengan orangtua. Dengan porsi waktu itu, orangtua memegang peran terpenting dalam segala bidang kehidupan anak termasuk pendidikan. Sejumlah penelitian dan kajian psikologis menunjukkan, anak yang berhasil dan berprestasi di sekolah memperoleh cukup perhatian dan kasih sayang orangtua.

Menurut Iyan, ketergantungan orangtua pada lembaga pendidikan berakar pada ketidakmampuan mereka menjadi teman belajar anak. Faktor lain, orangtua yang terlalu sibuk dan alasan tidak mau repot. Ketergantungan itu diperparah sekolah yang cenderung mengutamakan transfer ilmu pengetahuan tanpa penanaman nilai. Akibatnya, proses pendidikan timpang.

” Yang terjadi di sebagian besar sekolah saat ini bukan lagi pendidikan dalam arti menyeluruh, tetapi hanya aktivitas belajar mengajar,” ujar Iyan. Lima peran strategis orangtua dalam proses pendidikan anak adalah sebagai teman belajar dan diskusi, motivator, inspirator, tempat curahan kasih sayang, dan sebagai promotor.

Teman belajar tidak harus memberikan pemahaman materi dan ikut mengerjakan soal. Teman belajar bisa berarti menciptakan suasana yang kondusif dan mendukung proses belajar anak. Berkaitan dengan anak yang akan menghadapi ujian nasional (UN), orangtua berperan membentuk kesiapan anak secara mental dan spiritual. ” Kesiapan menghadapi UN adalah 90 persen mental spiritual, dan hanya 10 persen teknis material,” ujarnya.

Istilah sekolah

Penggiat komunitas Forum Komunikasi Orangtua Intinanik berpendapat, ketergantungan orangtua pada sekolah salah satunya terlihat dari munculnya istilah sekolah unggulan dan sekolah favorit. “Istilah- istilah ini tidak akan muncul kalau masyarakat percaya pendidikan sesungguhnya ada di keluarga,” katanya. Selain itu, orangtua juga perlu lebih menghargai proses pendidikan. Salah satunya memasukkan anak ke sekolah sesuai usianya. (IRE)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/22/16055414/peran.orangtua.mendidik.anak.pudar