Rabu, 24 Februari 2010 | 03:08 WIB

Jakarta, kompas – Kemampuan anak cerdas berbakat istimewa di Indonesia selama ini tidak berkembang maksimal, bahkan terhambat. Hal ini disebabkan karena tidak adanya perhatian serius dari pemerintah pada proses pembinaan potensi anak cerdas berbakat.

”Jika pun ada, proses pembinaan itu tidak sesuai dengan kecepatan pikiran anak cerdas berbakat sehingga potensi yang ada tidak teraktualisasikan dengan baik,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa Nasional, Amril Muhammad pada seminar ”Potensi Luar Biasa Sejuta Anak Cerdas Istimewa Indonesia”, Selasa (23/2) di Jakarta.

”Karena kebutuhannya tak terpenuhi, anak gifted (berbakat istimewa) kerap dianggap masalah. Guru hanya melihat masalah mereka tanpa melihat penyebab. Jadinya, anak-anak stres dan hasil belajarnya jelek,” kata Amril.

Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Komarudin Hidayat menekankan perlunya pemerintah melakukan perlakuan ekstra dan pendekatan khusus bagi anak cerdas dan berbakat istimewa.

Namun masalahnya, menurut Rikrik Rizkiyana dari penyelenggara pendidikan khusus untuk siswa cerdas/berbakat istimewa Yayasan Kinarya Didaktika, pemerintah tidak memiliki strategi pengembangan sumber daya manusia yang jelas. ”Tidak mengherankan jika mereka diambil oleh negara lain. Padahal, kita hanya perlu mengetahui kebutuhan mereka dan memfasilitasi mereka agar bisa bermanfaat bagi bangsa,” kata Rikrik.

Amril mengatakan, anak cerdas berbakat istimewa adalah peserta didik yang memiliki dimensi kemampuan umum pada taraf cerdas ditetapkan skor IQ 130 ke atas (dengan pengukuran menggunakan skala Wechsler) dan kreativitas tinggi. Kemampuan anak cerdas berbakat tidak berkembang maksimal di sekolah karena strategi pendidikan kita selama ini bersifat massal yang memberikan perlakuan standar pada semua siswa.

Amril mengemukakan, sedikitnya terdapat 2,2 persen anak usia sekolah yang memiliki kualifikasi anak cerdas berbakat. Menurut data BPS tahun 2006, terdapat 52.989.800 anak usia sekolah. Ini berarti ada sekitar 1.059.796 anak cerdas berbakat istimewa di Indonesia. (LUK)

Sumber: http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/02/24/03081279/anak.cerdas.berbakat.minim.perhatian