UASBN

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun berlokasi di ibu kota, ternyata tidak semua sekolah di wilayah DKI Jakarta percaya diri menetapkan nilai minimal di atas 5,00. Penetapan nilai minimal kelulusan di bawah 5,00 itu umumnya dilakukan SD yang berada di daerah pinggiran yang memiliki siswa berasal dari keluarga tidak mampu.

Dana Helli, Kepala SDN Jembatan Besi 04 Jakarta, Rabu (21/4/2010), mengatakan, di sekolahnya hanya berani menetapkan standar kelulusan 3,5. “Kami melihat dari hasil try out, masih ada siswa yang tidak bisa mencapai standar minimal yang diharapkan. Tadinya, sekolah ini diharapkan berani mematok nilai kelulusan 4,” kata Dana.

Menurutnya, anak-anak di sekolah tersebut umumnya berlatar belakang dari keluarga tidak mampu. Sekolah sudah memberikan pelajaran tambahan sejak Oktober lalu, tetapi masih ada siswa yang tidak bisa mencapai nilai 4.

“Berdasarkan keputusan dewan guru dan komite sekolah, kami tetapkan nilai 3,5 saja. Kenaikan memang hanya sedikit dibanding tahun lalu,” papar Dana.

Dia mengatakan, sekolah ini termasuk paling buntut dalam keberhasilan UASBN di wilayah DKI Jakarta.